Unordered List




Adinda

Keren kak, makasih infonya :D




Annonymus

Bagus, tambah lagi kak suku2nya biar lebih lengkap


Kamis, 09 Juni 2016

mengenal suku dani dari papua

(sumber: https://dreamindonesia.me/tag/suku-dani/)

1. Latar Belakang Sejarah Suku Dani
(sumber: http://hoteltimikaindah.blogspot.co.id/2011_04_01_archive.html)
Dani adalah satu suku-bangsa, yang merupakan salah satu penduduk asal di wilayah pegunungan tengah, Propinsi Irian Jaya.
Secara umum, latar belakang sejarah orang Dani masih merupakan misteri. Para ahli berpendapat bahwa orang Dani mulai menempati lembah Bali mini sekitar 24.000 tahun SM, dan mereka mulai mengenal bercocok tanam dan bertenak kira-kira sejak 7.000 tahun SM. Hasil penelitian arkeologi menemukan sisa-sisa pembakaran yang berasal dari masa 10.000 tahun yang lalu.
Mitos orang Dani sendiri mengungkapkan bahwa mereka berasal dari manusia pertama yang keluar dari dalam lubang di dua kampong dekat sungai Balim. Manusia pertama itu masing-masing seorang wanita dan seorang pria yang bernama bak. Manusia pertama inilah yang membawa kebutuhan mereka, seperti petatas (ubi jalar), keladi, tembakau, tebu, anjing, dan babi. Kemudian bak menjelajahi seluruh lembah Balim. Menurut kepercayaan mereka sekarang Bak itu tinggal dilaut, sebagai suatu pertanda mereka berasal dari daerah pesisir.
Mereka tidak menyebut dirinya orang “Dani”, bahkan tidak senang menggunakan nama tersebut. Mereka menyebut dirinya nit Balimege, artinnya “kami orang Balim”. Kata Dani pertama-tama digunakan oleh Le Roux, pemimpin ekspedisi Belanda-Prancis tahun 1926, karena orang Moni menyebut “Ndani” terhadap tetangganya di lembah Bali mini. Orang Dani itu sendiri baru ditemukan anggota ekspedisi itu tahun 1929 dan pada tahun 1939 pesawat terbang untuk pertama kalinya mendarat di sungai Balim. Zending pertama di bawah pimpinan Nyron Bromley masuk tahun 1954, ia melakukan penelitian mendalam tentang budaya orang Dani, yang kemudian mencapai gelar Ph. D. dalam bidang Antropologi. Pemerintah Belanda baru membuka pos pertama disana tahun 1959 sampai dengan kekuasaan politik beralih kepada pemerintah Indonesia tahun 1963. Pembangunan yang berjalan selama masa pemerintahan R.I. telah banyak menimbulkan perubahan pada budaya mereka.


(sumber : http://travel.detik.com/read/2012/12/08/131500/2104525/1025/5/perang-pecah-di-lembah-baliem)
2. Sistem Kepercayaan Suku Dani
Dalam kaitan dengan sistem kepercayaan orang Dani sangat percaya kepada roh-roh (mogat) orang yang telah meninggal. Roh itu berada di sekitar tempat kediaman keluarganya juga. Seperti halnya manusia, roh itu dapat melihat, berbicara, berbuat baik, atau jahat. Menolong atau menyebabkan kematian seseorang sakit atau kecelakaan, atau ternak (babi) sakit, roh itu dapat diminta tolong untuk menyembuhkan melalui suatu upacara. Dalam rangka upacara itu dipotong babi dan sebagian dari daging itu diberikan untuk mogat.
Selain percaya pada roh, mereka percaya juga kepada benda-benda seperti batu pipih (keneke). Batu pipih ini diyakini sebagai pusat segala roh orang yang meninggal. Batu yang ukurannya sekitar 10 x 40 cm bersama benda sacral lainnya, seperti kayu pemukul, jala-jala gendongan, disimpan di dalam ruang khusus di dalam pilamo, yang dikeluarkan setiap ada upacara khusus (ebe ako), atau pada pesta babi. Upacara khusus tadi adalah upacara inisiasi, perkawinan, upacara untuk mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan hidup. Upacara yang diadakan sekali dalam 4-5 tahun itu ditandai dengan pemotongan ratusan ekor babi. Selain kepercayaan asli itu banyak di antara mereka yang sudah menganut agama Katolik dan Protestan.
Kepercayan kepada roh tadi rupanya terkait pula dengan bentuk rumah (honai) yang terurai di atas. Rupanya honai yang tertutup, tanpa jendela, ventilasi, yang hanya dengan pintu kecil dan rendah, adalah untuk menghindari masuknya roh jahat, yang bisa membuat mereka sakit atau mati. Itulah sebabnya mereka tidak meudah diajak berdiam didalam rumah “kotak” yang ada jendela atau ventilasi. Mereka beranggapan atau yakin dari celah jendela atau ventilasi itu akan masuk roh jahat tadi. Padahal dalam kenyataannya, dalam honai yang pengap tadilah, mereka dihinggapi banyak macam penyakit, misalnya “infeksi saluran pernapasan atas” yang paling banyak dialami oleh orang Dani di Kurulu. Namun tidak dianggap sakit.
Selain kepercayaan asli setempat mereka juga memluk agama Protestan dan Katolik. Memang tidak bisa dipastikan berapa jumlah mereka yang memeluk agama tersebut, akan tetapi dari 328.131 jiwa jumlah penduduk kabupaten Jayawijaya tahun 1985, yang memeluk agama Protestan : 199.000 jiwa, Katolik: 52.419 jiwa, dan Islam: 19.000 jiwa. Tempat peribadatan yang tersedia adalah 426 gereja Protestan, 103 gereja Katolik, dan 4 mesjid.

3. Perubahan
Setelah Irian Jaya masuk ke dalam kekuasaan RI (1963) pembangunan masyarakat Dani khususnya mulai dilaksanakan secara bertahap. Daerah sekitar pegunungan Jayawijaya berstatus sebagai sebuah kabupaten dengan ibu kota Wamena. Tahun 1971 di Wamena dibuka lapangan terbang, sehingga Jayapura-Wamena dapat dicapai dalam waktu setengah jam. Kabupaten Jayawijaya umumnya kini memliki 57 lapangan terbang, terdiri dari atas delapan milik pemerintah dan 49 milik swasta. Selanjutnya kawasan lembah Bali mini mendapat penerangan listrik, kendaraan mobil mulai masuk. Pada tahun 1980 masyarakat kota Wamena dapat menikmati siaran TV dan hubungan telepon dengan Jakarta dan daerah lain. kini jalan raya yang menghubungkan Jayapura-Wamena sepanjang 400km, sedang dikerjakan dan diperhitungkan selesai tahun 1994, rupanya perkiraan rampungnya jalan ini tidak tepat. Prasarana dan sarana transportasi ini akan menjadi salah satu faktor bagi orang Dani meninggalkan zaman batu dan menyongsong masuknya modernisasi.

link ebook boat kamooh :
ridwan keceh badai beudh eaaa 
testtttt 


0 komentar:

Posting Komentar