RUMAH
ADAT BETAWI DI ANJUNGAN DKI JAKARTA TMII
Oleh: Dewi Nursalina 11140321000009
RUMAH
ADAT BETAWI
Rumah Adat
Betawi yang berada di Anjungan DKI Jakarta Taman Mini Indnesia Islam (TMII)
merupakan Rumah Adat yang disebut dengan Rumah Kebaya. Di Betawi sendiri, tidak
hanya ada Rumah Kebaya, tetapi ada juga rumah yang disebut Rumah Bapang. Secara
spesifikasinya, perbedaan antara Rumah Kebaya dan Rumah Bapang itu sedikit.
Rumah Bapang itu polos, tidak memiliki beranda atau yang biasa disebut teras
sedangkan Rumah Kebaya memiliki teras dan dari segi atap rumah, tiang, jendela
dan yang lainnya antara Rumah Kebaya dan Rumah Bapang tidak ada bedanya.
Rumah Kebaya
merupakan sebuah nama rumah adat Suku Betawi. Disebut Rumah Kebaya dikarenakan
bentuk atapnya yang menyerupai pelana yang dilipat dan apabila dilihat dari
samping maka lipatan-lipatan tersebut terlihat seperti lipatan kebaya.
Ditinjau pada
zaman dahulu, Rumah Adat nya sendiri berbentuk panggung karena pada zaman
dahulu masyarakat asli Suku Betawi sedikit dan dahulu DKI Jakarta masih banyak
rawa dan juga sawah-sawah. Jadi kegunaan rumah panggung itu sendiri adalah
menghindari dari air yang berada di rawa dan juga sawah.
Selain Rumah
Kebaya, Suku Betawi juga memiliki Rumah Adat lainnya seperti Rumah Gudang dan
Rumah Joglo meskipun Suku Betawi memiliki tiga Rumah Adat, akan tetapi secara
resminya di Suku Betawi itu sendiri Rumah Adatnya adalah Rumah Kebaya.
Perbedaan yang melekat diantara ketiga rumah ini yakni pada Ruma Gudang bentuk
rumahnya memanjang sedangkan Rumah Joglo pada atapnya ditengah-tengah atap
seperti berbentuk lonjong ke atas, jadi atapnya ini di bagian depan dan
belakangnya rata dan ditengah-tengah atapnya berbentuk setengah lonjong. Rumah
Adat Betawi ini menggunakan kayu nangka karena pada kayu nangka tidak mudah
lapuk, tahan pada cuaca apapun serta tidak menggunakan kayu jati dikarenakan
kayu jati yang harganya sangat mahal dan di Jakarta sendiri kayu jati sangatlah
langka.
Ciri khas dari
Rumah Kebaya ini ialah rumah ini memiliki teras yang luas yang berguna untuk
menjamu tamu dan menjadi tempat untuk bersantai keluarga. Dinding rumahnya pun
terbuat dari planel-planel yang dapat dibuka dan digeser-geser ke tepinya. Hal
tersebut dilakukan agar rumah tersebut terasa lebih luas.
Rumah ini dapat
dibedakan menjadi dua bagian dari segi sifatnya yaitu bagian depan bersifat
semi publik dan bagian belakang yang bersifat pribadi. Yang pertama yaitu bagian
depan yang bersifat semi publik yakni setiap orang yang melihat rumah tersebut
akan merasa asri dan sejuknya rumah tersebut dan yang kedua bagian belakang
yang bersifat pribadi karena bagian rumah ini hanya boleh dilihat oleh
orang-orang dekat dari pihak pemilik rumah tersebut.
MATERIAL
RUMAH ADAT BETAWI
1.
Material
Atap
Material yang digunakan untuk menutupi atap rumah adalah genteng
atau atep[1], kontruksi
kuda-kuda dan gording[2]
yang menggunakan kayu gowok atau kayu kecapi, balok tepi terutama diatas dinding
luar menggunakan kayu nangka yang sudah tua, sedangkan kaso[3]
dan reng[4]
yang menggunakan bambu tali yaitu bambu yang batangnya setelah dibelah-belah
dapat dijadikan tali. Keterangan material ini adalah Pondasi Umpak.
2.
Material
Dinding
Material yang digunakan untuk dinding depan adalah kayu gowok atau
kayu nangka yang terkadang di cat dengan dominasi warna kuning dan hijau.
Dinding rumah lainnnya menggunakan bahan anyaman bambu dengan atau tanpa
pasangan bata dibagian bawahnya. Daun pintu atau jendela biasanya terdiri dari
rangka kayu dengan jalusi horizontal[5]
pada bagian atapnya atau pada keseluruhan daun pintu atau jendela. Keterangan
material ini adalah Pintu Jalusi.
3.
Material
Struktur
Bahan yang digunakan untuk pondasi rumah adalah batu kali dengan sistem
pondasi umpak (pondasi rumah atau tiang yang terbuat dari batu) yang diletakkan
dibawah setiap kolom, sementara untuk landasan dinding digunakan pasangan batu
bata dengan kolom dari kayu nangka yang sudah tua.
GAMBAR
RUMAH ADAT BETAWI





**) hasil wawancara dengan narasumber Tarmizi.
[1] Daun
kirai yang dianyam
[2] Balok
kayu mendatar yang letaknya diatas kuda-kuda
[3] Balok
kayu dengan ukuran 4x6 cm atau 5x7 cm yang berfungsi sebagai dudukan reng
[4] Balok
kayu dengan ukuran 2x3 cm atau 3x4 cm yang berfungsi sebagai dudukan atap
genteng
[5] Jalusi
adalah pintu yang memiliki lubang udara pada pintu yang membuat sirkulasi udara
tetap terjaga dalam ruangan yang tertutup seperti pada kamar mandi






0 komentar:
Posting Komentar